Rabu, 19 Januari 2011

STRATEGI PENGAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI


METODE INKUIRI


Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Dosen Pengampu: Tri wahyono, S.Pd





Disusun Oleh:





PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DANM ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA



2010
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Kata inkuiri berarti menyelidiki dengan cara mencari informasi dan melakukan pertanyaan-pertanyaan. Dengan pendekatan inkuiri ini siswa dimotivasi untuk aktif berpikir, melibatkan diri dalam kegiatan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri. Para ahli pendidikan dan juga para pengajar cenderung menggunakan istilah pendekatan inkuiri. Dalam kegiatan belajar mengajar mengutamakan kegiatan pembelajar dengan menggunakan proses mental. Tujuan berikutnya ialah pembelajar akan menemukan konsep dan prinsip. Konsep dan prinsip itu ditentukan sebagai hasil atau akibat adanya pengalaman belajar yang telah diatur secara seksama oleh pengajar.
Pendekatan inkuiri yang digunakan dalam kegiatan belajajar mengajar, struktur peristiwa belajar bersifat terbuka. Kemungkinan lain peserta didik “dilepas” atau diberi kesempatan bebas untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar melalui proses-proses:
  1. Asimilasi yaitu memasuldkan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif yang telah ada pada pembelajar.
  2. Akomodasi yaitu mengadakan perubahan-perubahan dengan pengertian penyesuaian alam struktur kognitif sehingga sesuai dengan gejala (fenomena) baru yang diamati.
Menurut J. Richard Suchman, tentang hakikat proses inkuiri model teori inkuiri dan komponen-komponen penting untuk inkuiri yang efektif, menjelaskan bahwa proses inkuiri terutama ditujukan kepada kreativitas. Suchman tertarik pada kata “pengertian” dan bagaimana pengertian itu terbentuk pada diri pembelajar. Dengan kata lain, bagaimana pembelajar mengadakan respon (reaksi) kalau datang stimulus (rangsang) pada persepsinya. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan inkuiri secara mantap yang dibutuhkan pengajar yang mampu berperan, karena aktivitas banyak terjadi pada diri peserta didik. Dengan demikian penguasaan metode pembelajaran inkuiri sangat lah penting bagi seorang pengajar.

  1. Tujuan
Tujuan pembelajaran Inkuiri yang diajukan Suchman merupakan pemikiran yang mantap yang implikasinya dapat untuk memperbaiki pendidikan pengajar dan untuk peningkatan peristiwa kegiatan belajar mengajar. Seorang pengajar hendaknya dapat mengembangkan proses inkuiri dengan memusatkan pada masalah-masalah yang perlu dipecahkan oleh peserta didik. Orientasi guru ialah “memandang” peserta didik sebagai individu yang memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Pengajar selalu mengutamakan pertumbuhan dan peningkatan kognitif dan perkembangan kreativitas peserta didik. Mengajar bertujuan mengembangkan bakat-bakat dan membantu peserta didik mengembangkan konsep dirinya.
Adapun tujuan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut:
  1. meningkatkan keterlibatan peserta didikdalam menemukan dan memproses bahan pelajarannya.
  2. mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkan pelajarannya
  3. melatih peserta didik dalam menggali dan memanfaatkan lingkungan asebagai sumber belajar yang tidakada habisnya
  4. memberi pengalaman belajar seumur hidup
  5. meningkatkabn ketrlibatan peserta didikdalam menemukan dan memrosesbahan pelajarannya
  6. mengurangi ketergantungna peserta didik padaguru untuk mendaopatkan pengalaman belajarnya
  7. melatih peserta didik menggali dan memanfaaatkan liongkunean sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya
  8. memberi pengalaman belajar seumur hidup

  1. Manfaat
Manfaat dari penggunaan metode pembelajaran inkuiri dapat dilihat sebagai berikut.
  1. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar
Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar dan makin sering keterlibatan pembelajar dalam kegiatan makin besar baginya untuk mengalami proses belajar. Dalam proses belajar inkuiri, pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip, tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri, pengendalian diri, tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu.
  1. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri), sehingga terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru, lebih kreatif, berkeinginan untuk selalu mengambil kesempatan yang ada dan pada umumnya memiliki mental yang sehat.
  2. Tingkat pengharapan bertambah, yaitu ada kepercayaan diri serta ide tertentu bagaimana ia dapat menyelesaikan suatu tugas dengan caranya sendiri.
  3. Pengembangan bakat dan kecakapan individu, Lebih banyak kebebasan dalam proses belajar mengajar berarti makin besar kemungkinannya untuk mengembangkan kecakapan, kemampuan dan bakat-bakatnya.
  4. Dapat memberi waktu kepada pembelajar unuk mengashnilasi dan mengakomodasi informasi. Belajar yang sesungguhnya yaitu jika pembelajar bereaksi dan bertindak terhadap informasi melalui proses mental.
  5. Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat.




BAB II
LANDASAN TEORI

Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2000: 114) metode adalah cara–cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Metode adalah cara yang digunakan guru untuk mengajar dengan berbagai aktifitas supaya tercipta kegiatan belajar yang kondusif dan menyenangkan dan siswa mendapatkan pemahaan dengan jelas.
Metode Inkuiri menurut Sumantri M. Dan Johar Permana (2000:142) adalah cara penyajian pelajaran dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru. Metode Inkuiri memungkinkan para peserta didik menemukan sendiri informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya, karena Metode Inkuiri melibatkan peserta didik dalam proses-proses mental untuk penemua suatu konsep berdasarkan informasi-informasi yang diberikan guru. Jadi Metode Inkuiri adalah pelaksanaan belajar mengajar dengan cara siswa mencari dan menemukan konsep dengan atau bantuan dari guru.
Dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan suatu lingkungan yang terkondisi dan memadai untuk dapat mewujutkan suatu kegiatan yang kondusif. Beberapa kondisi yang diperlukan untuk proses belajar inkuiri misalnya sebagai berikut.
  1. Kondisi yang fleksibel, bebas, terbuka untuk berinteraksi.
  2. Kondisi lingkungan yang responsif.
  3. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian.
  4. Kondisi yang bebas dan tekanan.
Hal- hal tersebut perlu diperhatikan oleh setiap pengajar untuk dapat menggunakan metode pembelajaran inkuiri yang baik. Setiap metode pembelajara pastinya mempunyai suatu kelebihan dan kelemahan. Menurut Mulyani Sum,antri dan Johar Permana (2000:143) kelebihan metode pemebelajaran inkuiri adalah sebagai berikut.
  1. Sisawa ikut berpartisispasi secaraaktif didalam kegiatan belajarnya, sebab metode inkuiri menekankan poad proses pengolahan infpormasi pada peserta didik
  2. Siswa benar-benar dapat memahami suatu konsep dan rumuis, sebab siswa mewngakanmi sendiri proses untuk mendapatkan konsep atau rumustersaebuyt.
  3. Metode ini memungkinkan sikap ilmiah dan menimbulakan semangat ingintahu para siswa.
  4. Dengan menemukan sendiri siswa merasa sanbgat puas dengasn demikian kepuasa mental sebagai nilai intrinsik siswa terpenuhi.
  5. Guru tetap memiliki kontak pribadi.
  6. Penemuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi kepemilikan yang sangan sulit dilupkan.
Ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan ketika akan menggunakan metode Inkuiri ini. Selain memeiliki keunggulan, namun kelemahan juga banyak. Persiapan dan antisipasi pelaksanaan harus benar-benar direncanakan dengan matang. Kelemahan Metode Inkuiri menurut Fat Hurrahman (2008) adalah:
  1. persiapan dan pelaksanaannya memakan waktu yang cukup lama.
  2. metode ini tidak efektif bila tidak ditunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan.
  3. sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya.
Melihat pentingnya metode pembelajaran inkuiri yang mampu untuk mengaktifkan peserta didiknya, maka peran guru sangat penting di dalamnya. Peran guru dalam metode pembelajaran inkuiri bukan sebagai narasumber, melainkan sebagai fasilitator. Peranan Pengajar dalam proses belajar mengajar dengan pendekatan Inkuiri adalah,
  1. pengajar mampu menstimulasi (memberi rangsangan dan menentang pembelajar untuk berpikir).
  2. Pengajar mampu memberi dukungan untuk inkuiri.
  3. Pengajar mampu memberikan fleksibilitas (kesempatan dan keluwesan serta kebersamaan untuk berpendapat, berinisiatif atau berprakarsa) dan bertindak.
  4. Pengajar mampu mendiagnosis kesulitan-kesuhtan pembelajar dan membantu mengatasinya.
  5. Pengajar mampu mengidentifikasi dan menggunakan kemampuan mengajar serta waktu mengajar dengan sebaik-baiknya.














BAB III
PENERAPAN PEMBELAJARAN


Metode pembelajaran inkuiri dapat deterapkan dalam beberapa Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya:
Standar Kompetensi : Menulis
8. Mengekspresikan pikiran perasaan dan pengalaman melalui pantun dan dongeng.
Kompetensi Dasar : 8.1 menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
  1. Kegiatan Awal
  1. Siswa berkelompok.
  2. Siswa diperlihatkan video pantun berbalas di ruang multimedia.
  3. Siswa memperhatikan berbagai pantun dalam video.

  1. Kegiatan Inti
  1. Siswa berdiskusi dengan kelompok untuk menentukan syarat-syarat pantun.
  2. Siswa menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun.
  3. Perwakilan dari kelompok siswa, membacakan pantunnya di depan kelas.
  4. Siswa yang lain memperhatikan pembacaan pantun untuk menentukan kesesuaian. antara pantun yang dibaca dengan syarat-syarat pantun yang telah ditemukan.

  1. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi
BAB IV
HASIL PEMBELAJARAN

Hasil akhir dari pemebelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran inkuiri ialah hasil pembelajaran yang maksimal. Hasil akhir dari proses pembelajar dengan metode pembelajaran inkuiri ini diharapkan suswa mampu melakukan hal-hal sebagai berikut. siswa dapat,
  1. Bertanya, artinya tidak semata-mata mendengarkan dan menghafal.
  2. Bertindak, artinya tidak semata-mata melihat dan mendengarkan.
  3. Mencari, artinya tidak semata-mata mendapatkan.
  4. Menemukan problem, artinya tidak semata-mata mempelajari fakta-fakta.
  5. Menganalisis, artinya tidak semata-mata mengamati.
  6. Membuat sintesis, artinya tidak semata-mata membuktikan
  7. Berpikir artinya tidak semata-mata melamun atau membayangknn.
  8. Menghasilkan atau memprodusir. artinya tidak semata-mata menggunakan.
  9. Menyusun, artinya tidak semata-mata mengumpulkan.
  10. Menciptakan, artinya tidak semata-mata memproduksi kembaii.
  11. Menerapkan. artinya tidak semata-mata mengingat-ingat.
  12. Mengekspresimenkan, artinya tidak semata-mata membenarkan,
  13. Mengkritik, artinya tidak semata-mata menerima
  14. Merancang, artinya tidak semata-mata beraksi.
  15. Mengevaiuasi, artinya tidak semata-mata mengulangi.





BAB V
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Metode Inkuiri memungkinkan para peserta didik menemukan sendiri informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya, karena Metode Inkuiri melibatkan peserta didik dalam proses-proses mental untuk penemua suatu konsep berdasarkan informasi-informasi yang diberikan guru.
Menurut Mulyani Sum,antri dan Johar Permana (2000:143) kelebihan metode pemebelajaran inkuiri adalah sebagai berikut.
  1. Sisawa ikut berpartisispasi secaraaktif didalam kegiatan belajarnya, sebab metode inkuiri menekankan poad proses pengolahan infpormasi pada peserta didik
  2. Siswa benar-benar dapat memahami suatu konsep dan rumuis, sebab siswa mewngakanmi sendiri proses untuk mendapatkan konsep atau rumustersaebuyt.
  3. Metode ini memungkinkan sikap ilmiah dan menimbulakan semangat ingintahu para siswa.
  4. Dengan menemukan sendiri siswa merasa sanbgat puas dengasn demikian kepuasa mental sebagai nilai intrinsik siswa terpenuhi.
  5. Guru tetap memiliki kontak pribadi.
  6. Penemuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi kepemilikan yang sangan sulit dilupkan.


Kelemahan Metode Inkuiri menurut Fat Hurrahman (2008) adalah:
  1. persiapan dan pelaksanaannya memakan waktu yang cukup lama.
  2. metode ini tidak efektif bila tidak ditunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan.
  3. sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya.
  1. Saran
Tujuan dari metode pembelajaran inkuiri adalah memperbaiki pendidikan pengajar dan untuk peningkatan peristiwa kegiatan belajar mengajar. Seorang pengajar hendaknya dapat mengembangkan proses inkuiri dengan memusatkan pada masalah-masalah yang perlu dipecahkan oleh peserta didik. Orientasi guru ialah “memandang” peserta didik sebagai individu yang memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Pengajar selalu mengutamakan pertumbuhan dan peningkatan kognitif dan perkembangan kreativitas peserta didik. Mengajar bertujuan mengembangkan bakat-bakat dan membantu peserta didik mengembangkan konsep dirinya.
Sebagi seorang pengajar yang provisional seorang guru haruslah mampu membangkitkan peserta didik untuk dapat berfikir kritis, mandiri dan ilmiah. Sehingga, peserta didik mempu menggali sendiri hal-hal yang belum ia mengeti. Kemudian dia mendapatkan pengalaman empiris dari proses belajarnya. Akhirnya peserta didik akan mampu dan akan lebih terbiasa untuk memecahkan permasalahannya sendiri. Berarti, fungsi guru sebagai fasilitator dalam kelas, telah terlaksana dengan baik.











DAFTAR PUSTAKA


Agus.2010.”Pendekatan Inquiri Dalam Mengajar”, (http://agus.blogchandra.com/ pendekatan-inquiri- dalam-mengajar/, diakses tanggal 13 Oktober 2010).

Mazrawul84.2010.”Pengertian Metode Inkuiri dan Metode Demonstrasi Dalam Pembelajaran Sekolah”, (http://mazrawul84.wordpress.com/2010/04/19/ pengertian-metode-inkuiri-dan-metode-demonstrasi-dalam-pembelajaran-sekolah/, diakses tanggal 13 Oktober 2010).




Sufanti, Main. 2010. Pedagogi Khusus Bidang Studi Bahasa dan Sastra. Surakarta : Badan Penerbit FKIP-UMS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar