Rabu, 19 Januari 2011

CONTOH PENELAAHAN BUKU TEKS


TELAAH BUKU TEKS
“KOMPETEN BERBAHASA DAN BERSASTRA INDONESIA
UNTUK KELAS X SMA/MA”
Disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah telaah buku teks yang diampu oleh Aninditya S.Pd, M.Pd






Disusun oleh :




PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010
TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA

  1. Judul buku : Kompeten Berbahasa Dan Bersastra Indonesia
Untuk Kelas X SMA/MA
  1. Penulis : S. Yulianto
Agus Setiyono
Parimin
  1. Penerbit : PT Widya Duta Grafika
  2. Kota dan Tahun terbit : Jakarta 2005
  3. Jumlah Bab : 18 Bab
  4. Susunan Perbab : Pelajaran 1 Kesusastraan
Pelajaran 2 Keselamatan Kerja
Pelajaran 3 Teknologi
Pelajaran 4 Pendidikan
Pelajaran 5 Pertanian
Pelajaran 6 Kebutuhan
Pelajaran 7 Lingkungan
Pelajaran 8 Kepahlawanan
Pelajaran 9 Sumber Daya Manusia
Pelajaran 10 Peristiwa
Pelajaran 11 Perindustrian
Pelajaran 12 Keindahan
Pelajaran 13 Pekerjaan
Pelajaran 14 Kesehatan
Pelajaran 15 Lingkungan
Pelajaran 16 Pertanian
Pelajaran 17 Teknologi
Pelajaran 18 Pendidikan
  1. Jumlah halaman : 309 halaman
  2. Jenjang kelas : X
  3. Sekolah : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Buku teks “Kompeten Berbahasa Dan Bersastra Indonesia Untuk Kelas X SMA/MA” ini akan ditelaah berdasarkan butir-butir pendekatan sebagai berikut.


  1. Memungkinkan pengembangan
Meskipun buku ini sudah di susun sesuai kurikulum pada kompetensi dasar, pengembangan buku ini masih perlu dilakukan. Terlebih lagi mengenai pengadaan materi yang ditulis alakadarnya dan terkesan singkat. Meskipun jika materi yang dipaparkan terlampau luas dapat membuat peserta didik bingung, namun adanya materi yang lengkap akan menunjang pembelajaran yang lebih maksimal.

  1. Memungkinkan siswa untuk belajar mandiri
Kemungkinan siswa untuk belajar mandiri dalam buku ini cukup luas. Karena di dalam buku Kompeten Berbahasa Dan Bersastra Indonesia Untuk Kelas X SMA/MA ini terdapat berbagai uji kompetensi yang disusun untuk mengembangkan kompetensi siswa secara mandiri. Selain itu, tugas-tugas mandiri dan evaluasi pembelajaran disetiap akhir pembahasan juga disusun untuk mengetahuai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Uji Kompetensi dan tugas-tugas dapat dengan cepat terlihat disetiap akhir pembahasan sebuah subbab. Sitiap subbab tersebut, telah memuat empat komponen berbahasa dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Empat komponen itu ialah, komponen mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Misalnya dalam pelajaran 1, uji kompetensi dan tugas kemampuan berbahasa komponen mendengarkan dapat dilihat pada halaman 2 dan 3. Setiap akhir pembahasan sebuah komponen berbahasa akan selalu dijumpai tugas dan uji kompetensi untuk mengembangkan kemampuan siswa.
Selain itu disetiap akhir pembahasan sebuah bab, akan dijumpai evaluasi secara menyeluruh dari bab tersebut. Misalnya evaluasi untuk pelajaran 1, terdapat dalam halaman 16—18. Dalam evaluasi tersebut, memuat sepuluh soal pilihan ganda dan lima soal essay. Soal-soal tersebut memungkinkan sisiwa untuk belajar mandiri dan lebih memahami materi yang disampaikan.


  1. Memungkinkan pembelajaran multidimensi dan disiplin ilmu
Dalam buku ini, terlihat bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sangat dekat dengan disiplin ilmu lainnya. Mampu berkomunikasi dengan baik dan benar, merupakan salah satu tujuan akhir dari pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan berkomunikasi disini merupakan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia pun tidak berhenti pada komponen mendengarkan saja, namun sampai pada komponen menulis. Karena pada hasil akhir pembelajaran ini, siswa juga diharapkan mampu menuliskan secara baik dan benar tulisan-tulisan kebahasaan (ilmiah atau non ilmiah) maupun sastra.
Selain mampu berkomunikasi secara lisan, siswa diharapkan mampu menghasilkan sebuah karya tulis. Karya berupa sastra maupun kebahasaan. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia ini, siswa diharapkan mampu menuliskan hal-hal dari disiplin ilmu lainnya sebagai bahan kajian. Dalam karya tulis kebahasaan, siswa dibekali untuk mampu menulis secara baik dan benar berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik.
Dalam buku ini pun juga ditunjukkan berbagai ilmu pengetahuan lain yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam buku ini, sangat terlihat bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sangat dekat dengan disiplin ilmu lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai pembahasan yang disajikan disetiap bab. Pembahasan atau bacaan utama dalam buku ini menghubungkan antara kemampuan berbahasa dengan berbagai bidang ilmu lainnya. Misalnya pada pelajaran 3 halaman 32—26 bahan kajiannya adalah bidang teknologi.
Selain itu, banyak ilmu lainnya yang digunakan dalam buku ini, misalnya bidang ilmu pertanian pada pelajaran 5, perindustrian pada pelajaran 11. Bahkan pada pelajaran 14 juga dipaparkan sedikit mengenai bidang ilmu kesehatan, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia sangat berkaitan dengan bidang ilmu yang lainnya.


  1. Bias, ras, kelas, dan Genre
Dalam buku teks Kompeten Berbahasa Dan Baersastra Indonesia Untuk Kelas X SMA/MA ini, lebih mengedepaankan pengetahuan umum yang ilmiah. Tidak terdapat bias, ras, kelas dan Genre yang biasanya digunakan terdapat dalam buku teks yang diterbitkan sebelumnya. Karena buku teks ini sudah disusun berdasarkan kompetensi dan kurikulum saat ini yaitu kurikulum KTSP.
Contoh bias, ras, kelas dan genre yang biasanya terdapat di buku teks sebelumnya adalah Ibu pergi ke pasar dan Ayah pergi ke kantor. Karena pada saat ini contoh tersebut sudah tidak sesuai dengan keadaan, sekarang ini, tidak selamanya Ibu pergi ke pasar dan hanya Ayah yang pergi ke kantor. Tetapi sebaliknya Ibu juga dapat pergi ke kantor dan Ayah juga dapat pergi ke pasar.

  1. Memungkinkan interaksi antar siswa
Penyusunan buku ini dirancang untuk membuat pembelajaran aktif. Sehingga dalam buku teks ini terdapat beragam instrumen yang memungkinkan para siswa untuk saling berinteraksi antara siswa yang satu dengan yang lain. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya perintah untuk membentuk kelompok, bekerja sama dan berdiskusi.
Misalnya kemampuan berbahasa dalam pelajaran 9 mengenai sumber daya manusia. Pada komponen berbicara dengan kompetensi dasar menyampaikan secara lisan pengalaman orang lain yang lucu, menyenangkan, dan mengharukan ini, siswa dituntut untuk dapat menyampaikan cerita secara lisan terhadap teman yang yang lain. Melalui tugas 9.3 pada halaman 122 siswa diminta untuk berkelompok dengan instrument sebagai berikut.
  1. Bagilah kelas anda menjadi dua kelompok!
  2. Satu kelompok menyiapkan cerita lucu sedangkan kelompok lain menyiapkan cerita haru!
  3. Cerita tersebut berdasarkan pengalaman orang lain atau yang diperoleh dari sumber lain!
  4. Sampaikan cerita itu secara lisan di depan kelas secara bergantian antara cerita lucu dan haru.
Dan masih banyak lagi perintah untuk membentuk kelompok yang dapat memungkinkan siswa untuk saling berinteraksi.

  1. Memungkinkan pembelajaran praktis
Selain memungkinkan interaksi antar siswa, dalam buku ini juga banyak tugas-tugas yang memungkinkan pembelajaran praktis. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk maju kedepan kelas secara individu untuk presentasi atau unjuk kerja secara mandiri. Melalui tugas-tugas tersebut, rasa percaya diri pada siswa dan kemampuan siswa dalam memahami materi benar-benar diuji.
Dalam buku ini, terdapat berbagai tugas yang menuntut kemandirian dan rasa percaya diri siswa untuk berpendapat didepan kelas. Misalnya kemampuan bersastra dalam pelajaran 4 mengenai pendidikan. Pada komponen membaca dengan sub judul mengungkapkan dalam bentuk synopsis dari naskah karya sastra melayu klasik ke dalam beberapa paragraf ini, siswa dituntut untuk dapat menyampaikan cerita secara lisan terhadap teman yang yang lain di depan kelas. Melalui tugas 4.10 pada halaman 55 siswa diminta untuk belajar secara mandiri dengan instrument sebagai berikut.
  1. Carilah sebuah cerita melayu klasik atau cerita rakyat di perpustakaan! Bacalah dengan cermat!
  2. Susunlah Sinopsisnya!
  3. Bacalah di depan kelas untuk menambah perbendaharaan cerita! Setelah itu, kumpulkan dan jilid untuk inventaris perpustakaan!
Selain itu, masih banyak lagi tugas-tugas yang dapat memungkinkan pembelajaran aktif secara individu untuk menunjang pembelajaran di kelas X SMA ini.

  1. Kelebihan buku
Kelebihan-kelebihan yang harus terus dipertahankan dalam buku ini ada beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Pemilihan warna merah jambu yang terlihat menarik pada buku ini membuat siswa menjadi lebih bersemangat untuk membacanya. Ditambah lagi, ada beberapa bab dan sub bab dalam buku ini yang menggunakan dua warna, yaitu warna biru dan hita. Hal itu dibuat berbeda dengan bab atau sub bab lain yang hanya menggunakan satu warna yaitu hitam.
  2. Disetiap awal pelajaran dalam buku ini, ada materi-materi yang disajikan dengan pemanfaatan berbagai bacaan atau materi yang diambil dari berbagai ilmu pengetahuan yang lain. Materi dasarnya disusun berdasarkan ilmu pengetahuan lainnya, seperti pertanian, teknologi, kepahlawanan dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat menghilangkan kejenuhan siswa dalam membaca buku teks ini.
  3. Penyusunan buku teks ini mencakup 4 aspek ketrampilan berbahasa dan bersastra yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut disajikan secara terpadu dalam setiap pelajaran.
  4. Dalam buku ini juga menekankan pada penguasaan ketrampilan berbahasa dan bersastra. Karena buku ini lenih banyak mengajak siswa melakukan berbagai kegiatan kreatif dalam berbahasa dan bersastra. Semua kegiatan kreatif tersebut dirancang secara variatif dan menarik.
  5. Adanya berbagai tugas mandiri, tugas kelompok dan uji kompetensi disetiap celah-celah pembahasan dalam sub bab-sub bab tertentu juga dapat dijadikan pedoman guru dan siswa untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi.
  6. Selain tugas disetiap celah pembahasan dalam sub bab, disetiap akhir bab juga disajikan sebuah evaluasi berupa soal latihan yang harus dikerjakan siswa. Soal evaluasi tersebut berupa soal pilihan ganda dan soal essay. Melalui soal-soal evaluasi ini, guru dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.


  1. Kelemahan Buku
Selain adanya kelebihan-kelebihan dalam buku ini yang harus tetap dipertahankan, ada beberapa hal dalam buku ini yang harus perlu diperbaiki.
  1. Materi pendukung disetiap subbab dalam buku ini terlalu ringkas. Hal tersebut dapat menimbulkan kurangnya pemahaman siswa dalam memahami materi lebih dalam. Meskipun pemberian materi yang terlalu banyak juga akan akan dapat membuat siswa bingung namun jika materi yang diberikan terlalu ringkas, juga akan membuat siswa kesulitan untuk lebih memahami materi.
  2. Meskipun cakupan dalam buku ini adalah kebahasaan dan kesastraan, namun porsi pembelajaran yang diberikan terlihat tidak seimbang. Dalam buku ini materi kebahasaan terlihat lebih dominan jika dibandingkan dengan materi kesastaan. Dengan adanya hal tersebut, pembelajaran kesastraan terkesan lebih dikesampingkan dan lebih mengutamakan pembelajaran kebahasaan.
  1. Kesimpulan
Buku teks “Kompeten Berbahasa Dan Bersastra Untuk Kelas X SMA/MA” ini disusun oleh S. Yulianto, Agus Setiyono dan Parimin. Buku yang diterbitkan oleh PT Widya Duta Grafika ini terbit di kota Jakarta pada tahun 2005. Buku yang tersusun atas 18 bab ini terdapat berbagai uji kompetensi yang disusun untuk mengembangkan kompetensi siswa secara mandiri. Selain itu, tugas-tugas mandiri dan evaluasi pembelajaran disetiap akhir pembahasan juga disusun untuk mengetahuai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Dalam buku ini, sangat terlihat bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sangat dekat dengan disiplin ilmu lainnya. Karena pada hasil akhir pembelajaran ini, siswa juga diharapkan mampu menuliskan secara baik dan benar tulisan-tulisan kebahasaan (ilmiah atau non ilmiah) maupun sastra. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia ini, siswa diharapkan mampu menuliskan hal-hal dari disiplin ilmu lainnya sebagai bahan kajian. Dalam karya tulis kebahasaan, siswa dibekali untuk mampu menulis secara baik dan benar berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik.
Penyusunan buku ini dirancang untuk membuat pembelajaran aktif. Sehingga dalam buku teks ini terdapat beragam instrumen yang memungkinkan para siswa untuk saling berinteraksi antara siswa yang satu dengan yang lain. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya perintah untuk membentuk kelompok, bekerja sama dan berdiskusi.
Selain memungkinkan interaksi antar siswa, dalam buku ini juga banyak tugas-tugas yang memungkinkan pembelajaran praktis. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk maju kedepan kelas secara individu untuk presentasi atau unjuk kerja secara mandiri. Melalui tugas-tugas tersebut, rasa percaya diri pada siswa dan kemampuan siswa dalam memahami materi benar-benar diuji.

  1. Rekomendasi
Dalam penyusunan buku teks, sebaiknya materi yang disajikan lebih memadai dan mampu menunjang pengembangan belajar siswa. Sehingga siswa akan lebih memahami materi yang disampaikan. Namun penyajian materi juga haruslah tetap mempertimbangkan keaktifan siswa dalam belajar untuk mencari dan menemukan. Karena hal itu akan menunjang kemandirian siswa yang dituntut dalam kurikulum saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar